It’s been a great adventure. Kata-kata singkat yang bisa saya lontarkan tentang perjalanan 8 tahun di detikinet (detikcom). Jujur, kalau soal hal seperti ini, saya bisa tiba-tiba kehilangan kata-kata.

Dalam sekejap, kurang lebih satu bulan, saya tiba-tiba teringat berbagai hal yang telah saya lalui di salah satu pelopor media online di Indonesia ini. Berawal dari obrolan di lorong sebuah kampus, setelah sebuah kuliah malam, obrolan singkat dari seorang mentor yang sampai saat ini masih saya rasakan pengaruhnya.

“Lu suka teknologi gak?” tanya Titis waktu itu.

“Suka banget!” jawab saya.

“Mau gak kerja di detikcom?” ia melanjutkan.

Dari obrolan sekilas itu, esoknya saya ngebut ke warnet di Fakultas sebelah. Dan mulai membuat, senekat-nekatnya, dua atau tiga artikel tentang teknologi. Salah satunya, masih saya ingat sampai sekarang, adalah soal rencana membuat akses internet di pesawat terbang komersial yang saya sadur dari Cnet dan saya beri judul, kira-kira, ‘Mengakses Internet dari Ketinggian 10.000 Meter’.

Maka dimulailah petualangan seru saya di dunia media online. Sebuah dunia yang sudah saya dambakan sejak SMA (media) dan kuliah (online).

Melihat ke belakang, saya sering berpikir bahwa luck memiliki peran besar dalam menggeser-geser takdir sehingga saya bisa sampai di sini. Some call it luck, some call it faith  fate.

Dan hari ini, hanya dalam hitungan jam, saya resmi sudah tidak lagi berkantor di detik. Besok, tepat 01 – 11 – 11, saya akan memulai perjalanan baru, petualangan baru, di Kompas.

Kalimat terakhir itu sampai detik tulisan ini dibuat masih terasa tidak nyata. Aneh. Sungguh aneh. Tiba-tiba degup jantung saya menderas, dada seperti sesak tak bisa bernapas.

Turn the clock to zero honey… we’re starting up a brand new day!

Advertisement