On Being Happy

Saya tidak pernah mengerti sebelumnya, seperti apa sih yang namanya ‘bahagia’ itu. Apalagi, dalam naskah-naskah populer ternyata kata ‘bahagia’ diucapkan terlalu sering sehingga kadang-kadang menjadi kehilangan arti.

Nah, akhirnya saya kehilangan arah. Tidak pernah bisa mengerti (apalagi merasakan) apa yang namanya bahagia itu.

Kata orang kita paling bahagia saat masih kecil. Hmm.. mungkin saja itu benar. Saya kira, anak kecil memiliki masalah yang sangat sedikit dan wajarnya lebih banyak melewati masalah begitu saja.

Ingatan saya mengenai masa kecil tidak pernah jelas dan utuh. Saya rasa memang hampir semua orang begitu. Anehnya, hal-hal yang saya ingat kebanyakan justru berasal dari mimpi. Mimpi disini memiliki arti sebuah pengalaman metarealitas yang saya alami ketika tidur bukan impian dalam arti cita-cita atau ambisi.

Misalnya saya ingat mimpi berkendaraan dalam sebuah mobil besar yang mengapung beberapa senti di atas tanah. Isi mobil itu lebih menyerupai sebuah terminal besar. Dengan bangku-bangku panjang tempat orang duduk-duduk membaca koran. Dengan dominasi warna putih, keperakan dan abu-abu. Saya kira mimpi itu, jika diingat-ingat lagi, mirip sekali dengan gambaran interior sebuah kereta api ekspres Jabotabek.. hanya saja jauh lebih luas.

Saya ingat mimpi itu sebagai perwujudan dari kekesalan (dan kesedihan) saya yang ditinggal bekerja oleh Ibu. Dan masih banyak mimpi lain yang saya ingat sampai sekarang.

Kembali ke bahagia. Hari-hari belakangan ini saya merasakan (agaknya) apa yang disebut sebagai perasaan tersebut.

Momennya tidak terlalu istimewa, pagi ini saya melihat Istri sedang menyiapkan sarapan. (Berjongkok karena ruang dapur yang sangat sempit dan tidak ada meja jadi semua bahan makanan diletakkan di lantai).

Tiba-tiba saya merasakan itu. Apa yang disebut sebagai bahagia itu ternyata sederhana saja, tapi sulit sekali untuk mengurainya dalam kata-kata.

Satu hal yang pasti, ketika saya melihatnya saya hanya ingin tersenyum dan bersyukur.

Ini yang namanya bahagia bagi saya, hal-hal sederhana yang sulit untuk dijelaskan. Sebuah kondisi yang membuat diri rela untuk bersyukur dan tersenyum.

Kini, dengan jujur saya bisa mengucapkan ‘Semoga Bahagia!’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s