Sepatu

Sepatu saya bolong, tepatnya sepatu kiri saya bolong. Bukan bolong yang istimewa, di bagian depan dekat jempol beberapa jahitan putus.

Buat saya ini bukan sesuatu yang jadi masalah, saya tidak pernah mempersalahkan sepatu yang rusak asalkan nyaman dipakai.

Tapi hari-hari belakangan ini berbeda. Mungkin karena kasihan, tidak tega atau malu, istri saya akhirnya memutuskan untuk membawa sepatu itu ke Tukang Sol. Kejadiannya Jum’at lalu (04 Juni 2004).

Maka diputuskannya bahwa saya harus memakai sepatu saya yang satu lagi. Nah, ini adalah sepatu kulit keras yang saya beli menjelang pernikahan kemarin. Saya sendiri kurang ‘sreg’ sebenarnya dengan sepatu kulit keras seperti itu.

Kaki saya yang lebarnya tidak wajar bagi orang Indonesia ini tidak pernah mau bersahabat dengan sepatu kulit. Selain kegerahan, kaki saya itu protes dengan mengirimkan impuls-impuls rasa sakit dan pegal.

Untungnya, karena hari Jum’at, saya dibawakan juga sepasang sandal karet. Lumayan. Akhirnya sandal karet ini jadi pilihan saya untuk berwara-wiri. Toh profesi tidak menuntut saya untuk berpakaian formal terus menerus.

Tentang Sepatu Bolong

Istri saya akhirnya berhasil membawa sepatu bolong saya ke Tukang Sol. Bagian depannya kini seperti dulu lagi: tidak megap-megap membuka jempol, tapi rapat menutup.

Sepatu itu disemir juga oleh istri saya (atau oleh Tukang Sol.. kok saya tidak begitu ingat). Warnanya kembali hitam.

Ini sepatu suede, dan menurut petunjuk dokter sepatu, seharusnya tidak boleh disemir. Tapi tingkat kebulukan yang sudah kronis rupanya membuat sepatu ini tidak bisa disegarkan dengan metode konvensional dan aman.

Saat saya melihat ke bawah, sambil berjalan, menatap sepasang sepatu yang membalut kaki, saya jadi terbayang wajah istri yang tersenyum.

Ah, padahal sepatu bolong dan busuk ya ndak pa pa sebenarnya.. mungkin ini yang namanya perhatian?

(note: kedua pasang sepatu yang terlibat dalam peristiwa ini bermerk Kickers)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s