Ketika Iblis Menolak untuk Mati

Sebentar saja saya diingatkan pada satu periode belum lama berlalu dari hidup saya. Ah, ya, periode itu periode ringan dan bodoh. Namun juga kotor dan gelap.

Dalam kisaran waktu yang sejenak saya pernah mencicipi apa itu yang namanya ‘kebebasan’. Tapi, ternyata, bukan kebebasan yang hakiki. Bebas keluyuran malam-malam dengan berbagai atribut yang menyertainya ternyata tidak seenak yang dibayangkan. Salah satunya karena hangover yang datang setiap pagi sesudahnya, selain itu juga karena rasa bersalah yang minta ampun mendesak lambung.

Saya sudah beberapa waktu lalu, kira-kira tiga bulan lalu, mengucapkan adiós épocas oscuras. Tapi malam tadi saya teringat periode itu. Masuk dalam toko kaset Aquarius Mahakam, menggelegar musik sibuk ‘dance, hip-hop, pop, mix’ or whatever you may call it. Intinya: musik masa muda! Musik yang biasa menggelegar di kafe-kafe dan klub-klub.

Iblis rupanya masih menolak untuk mati. Padahal, dengan cincin gemilang di tangan dan tekad kuat di dada, sudah saya katakan padanya untuk mati saja. Namun, begitulah, si mahluk terkutuk yang terseret-seret oleh takdirnya menyeret manusia ke neraka. Iblis, seperti kata Seno Gumira, tidak pernah mati!

Betapa derasnya ingatan yang mewujud keinginan. Berulang kali saya harus menggenggam jemari sendiri agar tidak melanjutkan keinginan itu dengan tindakan.

Syukur! Tidak ada yang terjadi malam itu. Tapi saya diingatkan, deras sekali saya diingatkan, pada sebuah masa, sebuah waktu, sebuah periode yang belum lama lewat, sebuah periode yang ringan dan bodoh.

Yeah, memang, seburuk apapun periode itu bagi saya tetap ada yang bisa didapatkan: beberapa kawan yang sebenarnya berbagi lebih dari sebotol alkohol, tapi berbagi hati dan juga jiwa! Beberapa kawan yang tidak akan saya jadikan iblis dalam hidup ini.

Kepada para rekan yang masih menikmati masa senang-senang itu, sedikit kutipan berikut mungkin bisa jadi pertimbangan: “One reason I don’t drink is that I want to know when I’m having a good time.”(Nancy Astor)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s