My Bleeding Nose

Wah, wah, wah, wah. Pagi-pagi ini perjalanan saya berangkot ke kantor penuh warna. Pertama, ban angkot menuju Pondok Labu mbledhosh tiba-tiba di tengah jalan. Terpaksa semua penumpang diturunkan di tempat.

Untungnya, karena penurunan paksa itu akibat musibah, sang supir angkot masih mendapatkan ongkos. Saya jadi ingat rasa sebal bin kesal yang didapat kalau sopir angkot dengan semena-mena menurunkan penumpang sebelum sampai tujuan. Alasan apapun, kecuali musibah seperti tadi pagi, adalah tidak masuk akal!

Kedua, hidung saya berdarah. Darah menetes pelan-pelan dari lubang hidung saya yang cukup lega. Kontan ini membuat penumpang di depan saya agak-agak risih, karena saya kerepotan mencari cara untuk menghentikan aliran darah itu. Kebetulan sedang tidak berbekal tissue.

Akhrinya saya membeli Tissue merek Tessa. FYI, Tessa adalah produksi dari salah satu perusahaan di bawah KKG. (Lihat artikel SWA).

Oh ya. Yang ketiga, angkot dari Pondok Labu memutar melalui jalur eksotis lewat selusup-selusup untuk menghindari kemacetan luar biasa yang menindas Jalan Fatmawati Pondok Labu.

still a little bit light headed from my nose bleed

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s