Berlari dari Kritik

Hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah berlari dari setan yang menghadang.

Saya sadar bahwa untuk menjadi dibutuhkan lebih dari sekedar berbuat. Tapi harus mampu melewati segala batu rintangan yang menghadang.

Untuk menjadi penulis yang baik, juga demikian. Batu rintangan yang menghadang rasanya berjibun datang. Kritik adalah salah satunya, kadang begitu kejam, perih dan sadis.

Namun semua itu tentunya merupakan batu asahan sebelum terbentuk, sebelum menjadi.

Saya tidak ingin berlari dari kritik sepedas, sederas dan sejahat apapun itu. Dari sahabat, kawan, rekan, saudara ataupun musuh (hal yang terakhir ini semoga saya tidak memilikinya).

Maka hujanilah saya dengan kritik, layaknya tekanan dan waktu akan membentuk arang menjadi intan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s