Kecepatan Tinggi

“Cak, lu suka ada perasaan deg-deg’an gitu ‘gak kalo diboncengin naek motor?”

“Takut maksudnya?”

“Iya”

“Gw paling gak bisa diboncengin kalo naek motor. Kayaknya ngeri gitu!”

“Mungkin karena situ biasa nyetir?”

Percakapan itu, bukan untuk pertamakalinya, terlontar saat saya sedang membonceng di motor seorang kawan dalam perjalanan ke Depok dari Pondok Indah. Rupanya rekan saya itu memang ‘takut’ dibonceng motor. Apalagi dalam kecepatan tinggi.

Jujur saja. Saya juga merasakan hal yang sama. Tapi hanya jika pengendara motor belum saya kenal atau baru pertamakalinya saya tumpangi.

Lain halnya dengan kawan saya ini. Saya sudah cukup mengenal selah pergerakannya di jalan raya (kurang lebih satu tahun jadi tandemnya bolak-balik pondok indah-depok). Jadi, perasaan was-was sudah menipis lah.

(Kawan saya ini adalah Titis, mentor dalam tulis menulis dan jurnalisme. Juga teman makan duren di saat lelah!)

Waktu di SMA, saya juga jadi beban pemberat bagi sahabat saya Hatta. Bersama wong mbambung bohemi ini, saya sempat mengalami periode gila menunggangi ‘Motor Merah’ hingga ‘Kumbang Kelabu’. Seru!

(Hatta ini sahabat saya yang mengajarkan seteru kata-kata dalam puisi dan sastra)

Kecepatan tinggi yang paling saya takuti adalah saat mengendarai Angkutan Kota (Angkot). Saya rasa sopir-sopir angkot itu sudah putus urat takutnya. Sliwar-sliwer, silap-salip, ngebut seenaknya di jalan sempit. Wah, pokoknya penumpang hanya bisa berdoa sekuat hati deh!

Ngomong-ngomong kecepatan tinggi, di Prancis kecepatan angin Desember ini mencapai 130 Kilometer per jam. Pagi-pagi saya lihat di running text MetroTV, sudah ada enam orang yang nyawanya melayang akibat angin itu! Speed kills!

Iklan

Satu tanggapan untuk “Kecepatan Tinggi

  1. Ha..ha.. akhirnya mengakui juga kau untuk satu hal ini: Bebab pemberat si ‘Merah’ dan Kumbang kelabu.Jujur, bung! Saya juga rindu waktu kita Mbambung diatas motor. Jujur, banyak kisah yang tergores dari atas sadelnya.. Bukan begitu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s