Bersabar

Sekarang saatnya saya dan keluarga untuk bersabar. Mungkin dengan ujian kesabaran ini kami bisa lulus menjadi orang-orang yang lebih baik.

Calon anak saya sudah tidak ada lagi.

Entah apa yang paling pantas untuk diucapkan, selamat tinggal? sampai jumpa? mungkin juga bukan apa-apa. Karena toh tidak ada yang pernah hidup dalam rahim istriku, kecuali harapan yang berbuncah.

Tuhan pasti telah memperhitungkan!

Advertisements

2 thoughts on “Bersabar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s