Tamasya ke Ancol

Ternyata jadi orang Jakarta, meskipun cuma Jakarta pinggiran (Depok), bukan berarti saya sudah melihat semua yang ada di Jakarta. Tempat wisata Kebun Binatang Ragunan, misalnya, baru saya saksikan di usia 15-an tahun. Keong Mas di Taman Mini? Belum pernah tuh. Naik ke puncak Monas lalu menikmati pemandangan Jakarta? Juga belum!

Satu lagi tempat yang tadinya belum pernah saya kunjungi adalah pertunjukkan berbagai binatang di Gelanggang Samudera Ancol. Maka pada kesempatan cuti kantor yang lalu (28-29 Maret 2005) saya dan istri memutuskan untuk Tamasya ke Ancol.

Kami mengambil jalur Busway Transjakarta dari Halte Ratu Plaza ke Halte Kota. Soalnya, kami ingin mampir sebentar di Carrefour Ratu Plaza untuk membeli sejumlah bekal perjalanan. (thx to DBU for the gift).

Sadar bahwa di Busway tidak diperkenankan membawa binatang peliharaan, maka lobster kami yang bernama Bastian terpaksa disusupkan dalam tas .NET pemberian PT Microsoft Indonesia.

Tapi dia, Bastian, tidak tahan juga dan akhirnya menongolkan kepala menjelang Halte Kota.

Ancol ternyata bukan kawasan wisata murah meriah. 😦 Tiket masuk ke daerah yang, kalau tidak salah, dimiliki oleh grupnya Ciputra itu adalah Rp 10.000 per orang. Masuk Gelanggang Samudera? Rp 25.000 per orang. (Tidak ada bedanya hari kerja atau hari libur!)

There goes twenty-thousand IDR just for passing the gate!

Tapi krisis keuangan tidak akan membuat tamasya kami kehilangan semangatnya. Keep smiling, Bastian!

Pertunjukkan yang digelar Gel.Samudera adalah jenis pertunjukkan yang lebih bisa dinikmati oleh anak-anak (atau boneka lobster yang berjiwa kanak-kanak). Meski begitu, kami cukup terhibur dengan tingkah polah hewan yang dilatih dengan iming-iming makanan itu.

Kami cukup terkejut juga ketika Pentas Aneka Satwa ternyata menghadirkan seekor kuda nil! Hippopotamus adalah satu binatang gendut favorit saya selain Pachyderme.

Tapi, apa artinya Gel.Samudera tanpa lumba-lumba? Mamalia laut yang konon ‘cerdas’ ini memiliki wajah yang selalu tersenyum.

Kami cukup beruntung mendapatkan kesempatan untuk membelai salah satunya. (Meskipun di kolam sebelah ada anak kecil yang sedang berenang bersama lumba-lumba dan ‘pelatih’nya dengan galak meminta kami untuk tidak mengganggu.. ehm.. kolamnya aja beda pak, bagaimana bisa dianggap mengganggu? some people sure know how to take the fun out of everything!)

Saya tidak tahu apakah lumba-lumba di Ancol ini jenis Delphinus delphis (lumba-lumba umum) atau Tursiops truncatus (lumba-lumba hidung botol).

Apapun jenisnya, mereka telah dilatih untuk melompat tinggi dan memukul bola yang tergantung di langit-langit kubah arena lumba-lumba. (Eat that Michael Jordan!)

Jadwal pertunjukkan di Gel.Samudera cukup padat. Kami terpaksa ketinggalan satu pertunjukkan (Kampus Burung) karena harus makan. (Tapi rasanya tidak terlalu masalah, apa serunya sih melihat burung-burung pergi kuliah?)

Jadwal yang padat juga membuat kami terpaksa berlari-lari kecil antar arena. (Hitung-hitung latihan Sa’i lah..)

Tamasya berakhir dengan pertunjukkan Singa Laut. Pertunjukkan yang terakhir ini agak kurang seru karena beberapa singa laut terbukti lebih suka berenang daripada menjalankan perintah pelatihnya. Mereka juga ternyata bukan ahli matematika!

Tapi lompatannya cukup oke kok!

NB. Arena Gel.Samudera juga merupakan sanctuary bagi beberapa spesies burung yang tinggal di daerah pantai. Jika anda berniat mengunjungi arena ini, hati-hati pada ‘bom’ yang mungkin berjatuhan dari pepohonan rindang di atas kepala anda. (Tips dari kami: bawa baju ganti!)

Advertisements

7 thoughts on “Tamasya ke Ancol

  1. Jadwal pertunjukkan di Gel.Samudera cukup padat. Kami terpaksa ketinggalan satu pertunjukkan (Kampus Burung) karena harus makan. (Tapi rasanya tidak terlalu masalah, apa serunya sih melihat burung-burung pergi kuliah?)Tergantung. Kalau ada sekelompok burung yang bolos dan nongkrong di warung pohon sambil merokok, saya sih tertarik untuk ambil fotonya.

  2. Gue malah lebih parah ketimbang Meli, Cak. Waktu gue ke sono, burungnya masih dalam wujud telur :PBeda mencolok laen, waktu itu tamasya ke Ancol jadi cerita romantis bapak gue, krn bisa piknik bawa istri dan anaknya. Gue menunggu giliran bercerita macam gini ah, hehehehe….

  3. Hi Wicak 🙂 You dont’ know me, at all. But I’ve read your blog a few times. Just wanna tell you, I love how you love your wife. Very simpel, yet very deep. Good luck to you both. May Allah always shine your way and gives you a cute little baby someday.- Nobody –

  4. Pak… membaca blog anda, jadi teringat liburan kemarin, saya juga sempat ke gelanggang samudra…Hanya 1 yang membuat saya terpana seterpana-pananya … Pentas lumba-lumba, sayang saya tidak mempunyai kesempatan untuk menyentuh lumba2 atau owen atau nyunyun. Tapi sebenernya bukan itu sih, saya terpana dengan “pelatih” yang anda bilang “galak” hehehe…Ada foto di pentas lumba2 yang jelas terlihat pelatihnya?? 🙂 please please ada….Tk ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s