Ibu

Belakangan ini saya susah tidur, kalau sudah tidur saya susah bangun. Masalahnya, kali ini, bukan karena malas. Tapi ada hal-hal yang membebani pikiran saya.

Istri saya bilang saya stres. Entahlah, mungkin juga sih.

Dua minggu lalu Ibu saya masuk rumah sakit. Sampai sekarang pangkal masalahnya belum bisa diketahui. Dugaan saya, beliau terkena depresi berat.

Saya ingin sekali menggenggam tangannya lalu meyakinkannya. “Semua akan baik-baik saja”

Tapi itu cuma ada di film-film. Kenyataannya saya justru semakin sulit berbicara dengan Ibu.

I really miss her…

ibuku sayang
masih terus berjalan
walau tapak kaki
penuh darah penuh nanah
Seperti udara
kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas ibu
ingin ku dekap
dan menangis dipangkuanmu
sampai aku tertidur,
bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-doa,
lalui sekujur tubuhku
dengan apa membalas,
ibu
ibu

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s