(Hampir) Dirampok Lagi

Dua minggu lalu saya hampir dirampok. Gilanya, itu terjadi di depan Mal Pondok Indah yang notabene hanya beberapa langkah kaki dari kantor saya.

Jika saja waktu itu para perampok berhasil, itu akan menjadi kejadian kedua saya dirampok. Mungkin lebih baik saya cerita dulu kejadian apes saya yang pertama..

Beberapa tahun lalu, saat masih kuliah di IPB, saya hendak menghadiri pertemuan rutin Salju Bogor di Kampus Baranangsiang. Meski pertemuan dijadwalkan pukul 12.30-an, saya iseng dan mampir ke kampus jauh sebelum waktunya. Kira-kira pukul 11.00 siang saya sampai di bilangan kampus.

Setelah menikmati Batagor seporsi saya bergerak menuju Mesjid di dekat gedung alumni. Maksudnya, mau rehat sejenak.

Tiba-tiba di tengah jalan, seorang pria bertubuh besar mendekati saya. Begini modus penjahat itu:

1 pertama dia (X) berpura-pura saya (korban) seorang yang dikenalnya
2 kemudian X cerita bahwa telah terjadi pemukulan dan X dan kawan-kawannya sedang mencari pelakunya
3 kemudian temannya (Y) datang, dengan akting “ini orangnya ya?”, galak
4 X menenangkan Y, lalu menjelaskan situasi pada korban
5 ulangi 3 dan 4 hingga Z, A, dan B merubung korban
6 menurut salah satunya, korban mirip dengan ‘pelaku’ yg dicari
7 korban diajak menemui ‘korban pemukulan’
8 di sebuah semak-semak dekat jalan tol Jagorawi, korban disuruh jongkok
9 dengan paksaan kartu atm korban diminta, nomor pin pun didesak
10 jangan kira bisa memberi nomor pin palsu, pasalnya pelaku berpisah jadi dua tim. dua orang pergi ke atm untuk membobol, sisanya terus mengancam korban
11 setelah waktu yang cukup lama, dua pelaku kembali membawa kartu ATM dan dengan segera menyuruh korban naik angkutan
12 uang tabungan korban selama bertahun-tahun kuliah habis ludes diambil pelaku

Nah, malam itu (+/- pukul 20) saya dihadapi pada situasi serupa. Saat mereka menerapkan langkah ke-3 saya mengambil langkah seribu!

Tidak ada yang heroik. Hanya dada yang berdebar kencang karena uang gaji (kejadian pas hari gajian tanggal 28 Juli 2005-red) hampir saja berpindah tangan.

Wuiih. Alhamdulillah, masih bisa kabuur.

Semoga tidak perlu mengalami kejadian itu, atau yang lebih buruk, lagi.

WASPADALAH!

Advertisements

4 thoughts on “(Hampir) Dirampok Lagi

  1. Hm, mungkin sebaiknya penampilan lo jangan terlalu mencolok, Cak, terutama dari ukuran badan lo yang begitu mencerminkan kemakmuran, hehehe… Just kidding.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s