Juggling

Ketika kecil (bahkan sampai sekarang) saya kagum pada kemampuan ‘orang-orang pertunjukkan’ yang bisa melakukan juggling. Bukan hanya satu atau dua, tatapi hingga sembilan bola sekaligus. Bahkan, saya pernah lihat orang yang men-juggle pisau dan golok di udara.

Kalau mau sedikit bersilofosi, kelihatannya hidup ini juga kerap seperti orang juggling. Ada banyak tugas (kegiatan/kewajiban/keinginan) yang tak bisa serta-merta dipisahkan, kadang semuanya harus bisa dikerjakan dalam waktu yang (seakan-akan) bersamaan.

Akibatnya ‘orang hidup harus lihai-lihai mengatur waktu untuk melempar dan menangkap kecuali mau semuanya berjatuhan‘.

Belum lama ini saya merasakan rumitnya juggling. Di satu sisi ada tugas yang harus dipenuhi, di sisi lain ada yang (harusnya) tak boleh ditinggalkan.

Akhirnya saya memilih untuk memenuhi salah satunya, dengan risiko meninggalkan yang lain. Yeah, agaknya dengan demikian saya membuat orang-orang kecewa. Atau dalam sebuah perspektif korporasi, saya bisa dikatakan under perform.

Tapi apalah.. saya sudah memilih. Ujungnya saya cuma bisa berharap pengertian dari semua pihak yang terlibat. Toh, saya yakin, semua orang juga tahu: juggling itu tidak semudah kelihatannya.

-wsh-

Advertisements

3 thoughts on “Juggling

  1. Dari yang pernah gue liat, tiga orang terhebat dalam melakukan juggling adalah: 1) Diego Maradona; 2) Zinedine Zidane; 3) Ronaldinho:-D

  2. kalo maradona, zizou, dan ronaldinho itu jago juggling atau dribbling bung? :p …btw Sa.. bener juga, kalo kebiasaan juggling terus tiba-tiba nggak ada yang di-juggle.. jadinya post-juggle syndrome 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s