Duh.. Nganggur

Pengangguran adalah masalah yang, ampun deh, bikin miris, di Indonesia.

Sekarang, katanya sih, emang lagi suliiiit sekali mencari kerja. Boro-boro mau cari yang pas dengan sekolahan, yang nggak pas aja susah.

Minggu petang, saat sedang jalan kaki bersama istri di lingkungan sekitar rumah (sesuai saran dokter, demi memperlancar persalinan), saya bertemu teman lama. Usianya sama dengan saya, tapi anaknya sudah hampir dua.

Mirisnya, hingga saat ini dia belum dapat kerja. “Belum ada rejekinya kali Cak,” ujar teman saya itu singkat. (Ada kepedihan tertahan di suaranya, dan di pandangan mata saya).

Lalu pagi tadi, sebelum ke kantor saya mampir dulu di rumah Kakak almarhum Ibu saya. Di sana ada dua orang sepupu saya, anak kembar, keduanya juga ‘masih nganggur’ demikian jawaban mereka.

Untungnya mereka ke Jakarta bukan mencari kerja, tapi liburan. Karena saya pikir, buat apa nyari kerja di Jakarta kalau peluang di daerah sebenarnya masih besar.
(Saya sendiri diam-diam ingin kerja di daerah.. atau setidaknya memiliki pekerjaan jarak jauh yang memungkinkan saya keliling Indonesia tanpa diganggu kewajiban ngantor..)

Duuh.. nganggur.. 😦

[Note: saya tidak mengagung-agungkan bekerja di kantor sebagai sebuah status. Inginnya saya justru bekerja dari rumah saja.]

Advertisements

3 thoughts on “Duh.. Nganggur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s