The Battle Is On!

Permainan Penulisan: ‘Text-Battle’//’Tarung Teks’ versi 1.0

[ Permainan ini sedikit-banyak terinspirasi dari’ 40 StoryNuggets’ yang disusun oleh Sherry D. Ramsey dan Writing-Go-Round yang kerap dimainkan di milis Writers’ Tavern. Modifikasi dan penyusunan rules dilakukan oleh Sihirhujan]


Pemain:

Minimal 2 (dua) orang Penulis dan 1 (satu) Textmaster.

Kronologi Permainan:

1. Seorang TextMaster (TM) mengajukan diri.

2. Penulis mendaftarkan diri untuk mengikuti permainan ini. TextMaster berhak membatasi jumlah penulis yang ikut serta.

Misalnya (contoh menggunakan nama-nama cucu Ayah saya):
1. Lala
2. Bila
3. Fia
4. Aditya
5. Rafi
6. Salma

3. TM menyusun sebuah daftar karakter sebagai dasar permainan. Jumlah karakter bebas namun sebaiknya dibatasi pada 4 (empat) atau 5 (lima) karakter. Deskripsi karakter bisa abstrak (sangat umum) atau terbatas dan sangat spesifik.

Contoh:
a. Seorang Pengacara
b. Seorang Fotografer
c. Seekor Anjing
d. Seorang wanita bernama Nina yang baru saja putus dari pacarnya. Ia gemar mengenakan pakaian berwarna merah

4. TM menyusun deskripsi setting lokasi awal. Tempat berupa lokasi yang cukup besar (sebuah rumah, rumah skait, apartemen, gedung perkantoran) namun tidak terlalu besar (sebuah kota, negara, galaksi alfa-centauri) juga tidak terlalu sempit (kamar tidur, ruang makan, sebuah ruangan kecil yang berada di bawah tangga). TM membatasi lokasi mayor dan minor yang boleh digunakan.

Contoh:
(Mayor) Lokasi cerita adalah sebuah hotel kelas melati. Jika Anda bertanya pada penerima tamu soal hiburan, ia akan berbisik kepada Anda: ‘Mungkin Tuan butuh pendamping malam ini?’. Hotel itu menerapkan tarif per malam, namun bisa dinegosiasikan untuk short-term stay yang kurang dari semalam.

(Minor) Pada awalnya, Anda hanya bisa mengakses lobi hotel, satu buah kamar di lantai dua, satu buah kamar di lantai tiga, dan restoran yang terletak di sisi kolam renang.

5. Setiap Penulis mengajukan 2 (dua) karakter yang akan mereka tulis.

Misalnya:
1. Lala: Pengacara dan Anjing
2. Bila: Pengacara dan Nina
3. Fia: Fotografer dan Pengacara
4. Aditya: Nina dan Anjing
5. Rafi: Pengacara dan Anjing
6. Salma: Pengacara dan Nina

6. TM menentukan urutan masing-masing penulis. Misalnya dengan dadu atau dengan Randomizer.org atau cara lain (cas-cis-cus kacang rebus?).

Misalnya:
1. Lala —-> 5
2. Bila —-> 3
3. Fia —–> 1
4. Aditya –> 4
5. Rafi —-> 6
6. Salma —> 2

7. TM memberikan ‘PlotDriver’ (PD) pada penulis sebelum gilirannya dilakukan. PD adalah sebuah unsur yang harus digunakan penulis dalam membuat tulisan, unsur itu bisa digunakan secara eksplisit maupun secara tidak langsung.

Contoh:
PD untuk giliran pertama adalah ‘sebuah ciuman’.

Maka Fia, yang mendapat giliran pertama, memiliki unsur berikut untuk digunakan dalam tulisannya:
Seorang Fotografer, seorang Pengacara, dan sebuah ciuman.

8. Setelah menerima PD, penulis bisa mulai membuat tulisannya. Penulis bebas memilih lokasi, selama sesuai dengan deskripsi setting (lihat no.4). Sebelum tulisannya, penulis wajib mencantumkan unsur yang digunakannya.

Contoh:
Fia. Seorang Fotografer, seorang pengacara, sebuah ciuman, di kamar 305.
—–
Jason, pengacara handal dari biro Simanjuntak dan Rekan, memegang dahi Lia dengan lembut. Ia mendaratkan sebuah ciuman di dahi wanita yang dicintainya sejak Sekolah Menengah dulu.

“Sayang, aku harus pergi sekarang,” ujarnya.

Di atas meja, kamera Lia tergeletak. Tadi malam Lia bertindak sebagai fotografer amatir bagi tingkah-laku mereka. Jason mengenang itu dengan campuran perasaan takut, jijik, dan nafsu.

Jason melangkah ke pintu.
——

Sebagai pelengkap, Penulis boleh menambahkan figuran dalam tulisannya. Misalnya, pelayan di restoran, juru parkir, orang lalu-lalang, karyawan hotel, tamu lain. Namun figuran tidak boleh memiliki peranan penting dalam cerita kecuali… (lihat no.12).

9. Setelah giliran satu penulis, TM harus memberikan PD baru untuk penulis berikutnya. TM juga memberikan nilai pada penulis.

Standar nilai adalah +5, boleh lebih dengan memberikan alasan mengapa pemain mendapat nilai lebih. Penilaian bersifat subyektif tapi sebaiknya masuk akal dengan mengedepankan pada penilaian atas kreativitas penulisan.

10. Jika suatu karakter tidak memiliki nama, penulis yang pertama kali menuliskan karakter itu berhak memberi nama dan latar belakang karakter tersebut dalam tulisannya.

11. Satu Ronde selesai jika semua penulis telah menuliskan karyanya. TM bisa menerapkan deadline (mis. 2 hari) bagi penulis, jika tidak dipenuhi penulis menerima sanksi berupa pengurangan skor.

12. Setelah satu Ronde, penulis wajarnya akan memiliki poin tertentu. Poin bisa digunakan untuk ‘membeli’ hal-hal berikut:

tK: Menambah Karakter: 2 poin
—— menuliskan satu karakter tambahan. misalnya, dua pada ronde 1 menjadi tiga karakter pada ronde 2.

cK: Menciptakan Karakter Sendiri: 3 poin
—— menyusun karakter sendiri untuk dimasukan dalam tulisannya. namun tidak menambah jumlah karakter yang boleh ditulisnya

cL: Menambah lokasi (mayor): 3 poin
—— membuat lokasi baru untuk cerita. misalnya, selain hotel tadi pemain bisa menambahkan kantor tempat pengacara bekerja. otomatis jika menambah lokasi mayor, penulis harus membeli lokasi minor untuk setting adegan.

tL: Menambah lokasi (minor): 2 poin
—— membuat lokasi baru untuk cerita namun yang sifatnya hanya menambah pada lokasi mayor dari TM. misalnya, ruangan laundry pada hotel.

cPD: Menciptakan PD sendiri: 4 poin
—— membuat PD sendiri sesuai keinginannya dan menganulir PD dari TM.

13. Untuk berlanjut ke ronde berikutnya TM menentukan urutan penulis lengkap dengan atribut yang dimiliki. Formatnya adalah Nama; #urut; atribut yang dibeli; jumlah karakter yang bisa dimainkan; sisa poin.

Misalnya:
1. Lala; #2; tK; 3 karakter; poin=3
2. Bila; #4; cK; 2 karakter; poin=2
3. Fia; #6; tK tL; 3 karakter; poin=1
4. Aditya; #1; tL; 2 karakter; poin=3
5. Rafi; #3; cL tL; 2 karakter; poin=0
6. Salma; #5; cPD; 2 karakter; poin=1

14. Kemudian penulis membuat sesuai urutannya setelah diberikan PD oleh TM. Jangan lupa, penulis wajib mencantumkan unsur yang digunakannya, ini termasuk jika membeli atribut. Penulis boleh tidak menggunakan atribut yang telah dimilikinya (disimpan untuk keperluan lain).

Contoh:

Aditya.
Karakter: Jason, Nina.
PD: Telepon Seluler
pakai tL: Lapangan Tenis

15. Permainan berakhir sesuai ronde yang disepakati (mis. 3 ronde). Pemain dengan poin terbanyak berhak menuliskan ending cerita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s