Senioritas atau Loyalitas?

Ada perusahaan yang menerapkan setiap karyawannya akan memperoleh kompensasi yang sama dan tak memperhitungkan lama karyawan bekerja. Katanya sih untuk menghindari senioritas.



Saya setuju bahwa senioritas bukan sesuatu yang menarik untuk dipertahankan. Senioritas telah menyebabkan aksi perploncoan di kampus-kampus, sekolah-sekolah, dan bahkan bisa mengambil nyawa. Seperti yang terjadi di salah satu kampus di bandung.



Tapi kalo soal pekerjaan, kayaknya ini bukan sekadar masalah senioritas. Bagaimana dengan loyalitas?



Apakah seseorang yang mau bertahan menyerahkan energinya untuk sebuah perusahaan selama, katakanlah 4 tahun, lalu tidak berhak atas suatu bentuk penghargaan? Atau semacam ‘ucapan terima kasih’ (tentunya bukan ucapan verbal ya) karena telah mau bertahan? Apalagi untuk sebuah perusahaan yang turnover rate-nya tinggi.



Lebih aneh lagi jika suatu perusahaan kemudian menempatkan mereka yang ‘loyal’ untuk ikut menangani masalah yang terjadi. Tapi di sisi lain tak ada apa-apa dari sisi kompensasi.



Jadi senioritas atau loyalitas?







Powered by ScribeFire.

Iklan

3 tanggapan untuk “Senioritas atau Loyalitas?

  1. Senioritas gak selamanya jelek, buktinya ada jabatan Senior Manager, Senior Consultant dll. Yang penting bukan senior atau loyal-nya si karyawan, tapi apa ukuran untuk menilai prestasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s