Last Man Standing

detikINET Crew

Tidak sendirian memang, tapi kok rasanya seperti last man standing.

Begitu akhirnya perasaan yang menyisa setelah rekan kerja saya Ni Ketut ‘Epi’ Susrini akhirnya meninggalkan kantor detikINET di Jakarta dan menuju Jogja untuk jadi crew permanen di sana.

Seperti kehilangan seorang teman/sahabat, bukan sekadar rekan kerja. Ya, mau gimana lagi, perasaan itu tidak bisa dihindari karena sudah kurang-lebih 4 tahun kerja bareng. Bahkan sempat ‘duet maut’ menjaga kanal detikINET beberapa bulan.

Perasaan seperti Last Man Standing itu muncul setelah saya ‘sadar’ bahwa dulu pernah cuma bertiga saja: saya, titis, dan epi. Ternyata dari trio itu, kok tinggal saya yang tersisa ya?

Selepas Epi, kerjaan mungkin jadi agak lebih berat. Tapi tak apa. Toh ada krew detikINET yang sekarang (lihat foto). Krew yang sudah cukup tertempa oleh banyak kekisruhan dan kerusuhan.

Jadi inget dulu pertama kali Epi ke Jakarta saya ajak keliling-keliling liputan sambil liat monas. Terus ‘dikerjain’ jalan kaki dari Jakarta Convention Center ke Plaza Senayan. Sebelumnya disuruh ndengerin konferensi dalam Bahasa Bule. Hehehe.

Ah.. tak perlu mengharu-biru lah!

Selamat berjuang buat Epi di posisi barunya! Semoga sukses dan semua yang terbaik buat kita semua.

So long, and thanks for all the fishes!

foto:
belakang ki-ka: rourry, boss dbu, epi, dwn, fino
duduk ki-ka: ardhi, cicha, saya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s