Apa Beda Klik-nya Direktur dengan Klik-nya Mahasiswa?

Emre Sokullu menuliskan opini yang menarik di readwriteweb.com. Saya tertarik bukan pada Plan B untuk Microsoft-nya, tetapi mengenai ‘teori’-nya bahwa iklan di internet saat ini masih bisa dikembangkan lebih jauh:

Today’s online advertising is far too linear. Whoever clicks gives the same amount of money to the publisher and the network. That is, under the current model, the click of a person with limited purchase power is worth the same as a click from Bill Gates.

Kalau saya nggak salah nangkep, ini artinya iklan pun bisa dibuat personal. Bukan hanya dalam hal iklan yang ditampilkan akan sesuai dengan pengunjung yang datang tapi juga dalam arti interaksi pada sebuah iklan di web akan memberikan hasil yang berbeda-beda dari sisi pemasang iklan.

Sehingga pendapatan dari klik yang dihasilkan pengunjung sebuah situs akan berbeda-beda. Bayangkan jika itu jadi kenyataan:

Sebuah iklan mobil di sebuah situs.

Pemasang iklan akan dikenakan biaya Rp 1.000.000 per klik dari pengunjung yang merupakan pengusaha atau direktur berpendapatan besar.

Iklan yang sama, saat diklik oleh seorang mahasiswa kere hanya akan dikenakan biaya Rp 100 per klik.

Akan sangat menarik untuk melihat dunia (per)iklan(an) jika hal itu memang tercapai. Pengelola situs pun tidak lagi berlomba-lomba mendapatkan pengunjung atau pageviews yang banyaaak tapi berlomba-lomba menarik pengunjung dengan demografi tertentu yang cocok dengan pemasang iklannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s