Kalo Dimarahin Terus, Mana Bisa Kerja?

angry.jpgOtak bekerja dengan cara-cara yang tidak dimengerti oleh para ilmuwan. Nah, kalau ilmuwan saja tidak mengerti apalagi kita yang tidak mempelajari otak secara khusus.

Misalnya saat membuat tulisan, otak harus ‘disayang’ agar bisa bekerja dengan baik. Kadang, kita justru tidak bisa menghasilkan tulisan yang baik karena otak terkekang.

Isman menuliskan begini dalam milis Writer’s Tavern:

kita terlalu mengekang diri saat belajar “berbicara” dalam teks. Jadinya, otak kita ngambek juga karena “dimarahin” terus. Dan ini bisa bikin aliran menulis terhambat.

Bayangkan saja anak kecil yang asyik menggambar gunung kita marahin, terus suruh gambar bunga. Kalaupun ia mau gambar bunga, semangatnya hilang.

Cuma kadang ada juga yang berpendapat begini: seperti keledai, kalau nggak dicambuk dia nggak akan jalan!

Kalau boleh, saya menyimpulkan:

  • Kalau mau otak mengeluarkan sesuatu yang kreatif, lihat poin dari Isman di atas.
  • Tapi kalau mau otak seperti keledai, ya cambuk saja.

Apakah ini terbatas pada otak saja? Tafsirkan sendiri deh.. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s