Rabun Jauh dan Risiko Persalinan Normal

Persalinan spontan, atau yang lebih dikenal sebagai proses persalinan normal, ternyata memiliki risiko jika dilakukan oleh wanita dengan kondisi rabun jauh (miopi). Hal ini baru saya ketahui saat Hes hamil Si Pipi Bumbum.

Awalnya begini, di RB Depok Jaya kami secara tak sengaja bertemu seorang bidan (Lina, kalau nggak salah namanya). Dia melihat Hes, dengan kacamatanya yang cukup tebal, dan spontan  menanyakan: ‘sudah ke dokter mata?‘.

Kami  pun agak bingung, ‘lho ternyata? ada hubungannya?’ 

Setelah konsultasi dengan Dr Nel, beliau menganjurkan kami konsultasi dengan Profesor Sanyoto di RS Hermina. Prof tersebut menganjurkan persalinan dilakukan lewat sectum cesario (Operasi Cesar).

Kata-kata Prof, kurang lebih adalah: ‘secara teori, wanita dengan miopi minus 4 memiliki risiko lebih besar mengalami retinal detachment saat persalinan‘.

Apa sebabnya?

Retinal detachment disebabkan tekanan pada retina mata saat proses mengejan. Ini bisa terjadi jika pengejanan terlalu keras. 

Jadi bagaimana solusinya Prof?

Kalau mau persalinan spontan, bisa saja. Asalkan mengejannya tidak terlalu keras. 

Pertimbangan kami waktu itu adalah, saat persalinan Salma itu spontan dan tidak ada perubahan pada miopi Hes. Bahkan minusnya hanya nambah 0.5 sejak sebelum persalinan, itu pun penambahan terjadi selama kurang lebih 2 tahun.

Saat ditemui kembali, dengan membawa hasil konsultasi Prof Sanyoto, Dr Nel pun mengatakan akan melihat proses persalinan pada harinya nanti.

Alhamdulillah, proses SC tidak perlu kami alami. Jujur aja, saya takut banget kalau sampai Hes harus SC. Bukan sekadar masalah biaya, tapi juga masalah risiko operasi yang jelas lebih besar daripada spontan.

Semoga bisa jadi bermanfaat untuk pasangan lainnya yang juga miopi.

Advertisements

7 thoughts on “Rabun Jauh dan Risiko Persalinan Normal

  1. Waduh Wicak, kok gue juga jadi ngeri ya, kalo minusnya pas empat risiko gitu juga nggak? Gimana kemarin caranya istrimu melahirkannya, apakah mengejannya tidak terlalu kerasa. (Bertanya dengan bingung, padahal belum hamil, hehehehe)

  2. Waduh, Wicak, maaf ya, tadi yang tanya gue bukan Eby, dia belum sign out dari komputer gue, jadinya blognya masih blog dia, hehehehe, Si Eby takut jadi gosip katanya kalau nanya2 soal hamil

  3. cuma utk yg minus 4 ke atas ya Cak? Aku kan minus kecil tp pemalas klo soal pake kacamata.

    Btw cak, si pipi bumbum itu bukannya Salma? 😀

  4. @ eby: hah! lo kapan mau hamil bi? hehehe
    @ eny: ya kalo minusnya empat mungkin risiko juga ada.. tapi kan itu tergantung advice dari dokternya. kemaren si istri gue pas persalinan jadinya diingetin terus ‘jangan keras-keras ngejannya’ lebih tepatnya.. ngejannya jangan sambil memicingkan mata (apa sih istilahnya? pokoknya matanya jangan sampai keteken)
    @ epi: minus kecil mah gpp Pi. si pipi gembil itu salma, kalo wisaya itu si pipi bumbum alias tembem 😀

  5. operasi sesar (SC) sekarang tidak ‘seseram’ beberapa tahun yang lalu kok. bahkan lebih ‘safe’ jika dibandingkan dengan proses spontan, apalagi jika ada ‘catatan-catatan’ dari dokter selama proses kehamilan.

    kebetulan kedua anakku lahir secara sesar, yang pertama karena posisinya sungsang, sedangkan yang kedua karena kelilit tali puser (padahal posisinya udah pas di ‘pintu keluar’). alhamdulillah keduanya berjalan dengan normal dan lancar. 😉

    anyway baydeway busway, congratulations yah for new baby born nya .. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s