Kapan Pindah?

Cak, kapan pindah dari detik?

Pertanyaan itu sering diajukan, dan belakangan makin sering saja diajukan, oleh beberapa teman. Wajar aja, saya sudah 5 tahun lebih berkubang di detik (tepatnya detikINET).

Saya nggak punya jawaban untuk pertanyaan itu, karena:

  1. Saya belum berniat pindah dalam waktu dekat ini
  2. Saya bukan cenayang yang bisa melihat masa depan
  3. Emangnya mau pindah ke mana? Hong Kong?

oats_grain_harvest_240753_l.jpgOrang banyak yang melakukan transmigrasi karena iming-iming hasil panen yang lebih besar di negeri seberang. Tapi adakah yang melihat sejauh apa inovasi dan kreasi bisa dikembangkan di sana?

Saya pikir janji kebebasan dan kemerdekaan lah yang mendorong bangsa Israel berjalan menuju Tanah yang Dijanjikan. Demikian pula kaum Muhajirin saat menuju Mina, yang diharapkan bukanlah kekayaan tapi kemerdekaan. Hal yang sama juga yang membawa orang-orang berbondong-bondong dari Eropa menuju dataran Amerika.

Kutipan dari Will Sullivan di Journerdism berikut ini mungkin bisa menyimpulkan semuanya:

If people in your own company aren’t interested in helping you succeed, then maybe it’s time to move on.

(Baca artikel lengkapnya: Innovation at newspapers won’t succeed if the organization doesn’t support it)

Jadi, agaknya, selama masih ada ruang untuk berinovasi dan berkreasi tempat ini masih nyaman buat saya.

And for those who are no longer with us, i say: so long, thanks for all the fishes.. and may you have a grand adventure!

Iklan

6 tanggapan untuk “Kapan Pindah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s