Dehidrasi

Bencana alam paling menakutkan buat saya adalah kekeringan. Bukan berarti yang lainnya tidak seram. Tapi bayangkan kekeringan, hidup tanpa air. Sementara hal-hal lain tetap utuh, bangunan fisik tetap ada, listrik tetap menyala, mobil-mobil masih bisa berjalan. Tapi diam-diam ada yang meneror di benak semua orang: sampai kapan lagi bisa hidup jika sudah tak ada air?

(posting ini dibuat terkait matinya suplai air PDAM di rumah saya dan juga dehidrasi yang saya alami akibat problem di pencernaan)

Advertisements

6 thoughts on “Dehidrasi

  1. karna itu dari sekarang musti hemat dong pake air. kalo pas lihat air bersih berhamburan di daerah tinggal saya, kadang suka keinget desa-desa di gunungkidul jogja. mereka harus berjalan jauh demi mendapat air bersih. itupun belum tentu dapat..

  2. @tonosaur: wah ngeri banget tuh.. 2030 berarti umur gw udah 50. masa hari tua gw bakal kekeringan sih?
    @ikram: bikin sendiri oralitnya.
    @easy: iya nih..
    @herry: hmm.. bagus juga. bikin juga dung di blugdetik.. aahahaha

  3. itu sebabnya gue lebih suka musim ujan berkepanjangan daripada musim kemarau berbulan-bulan. Biarpun di jakarta musim ujan selalu nimbulin banjir, tapi air lebihnya ‘kan itung-itung buat cadangan di tanah kalo masuk musim kemarau, hehehe. (jangan dibahas secara ilmiah deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s