Antara Masturbasi dan Nggak Mau Basi

Ada media yang (kita semua tau, nggak usah disebut namanya) senang menampilkan pimpinannya saat berbicara suatu hal. Kebetulan pimpinan media itu (pernah) jadi calon presiden, jadi wajar saja jika ditokohkan.

Tetap aja saya merasa itu masturbasi. Perbuatan yang sia-sia karena pengkonsumsi media tahu bahwa ia sedang memberitakan dirinya.

Agak mending kalau misalnya, sebuah media (sebut saja detikINET) membuat acara lalu isi acara itu diberitakan. Toh bukan untuk membesarkan salah satu tokoh internal.. hehehe..

Kalau (yang masturbasi tadi) dilakukan dalam kolom atau rubrik khusus, yang memang dimaksudkan sebagai ‘jendela rumah kita‘ saya rasa itu tidak terlalu masturbasi. Justru jadi bagian dari upaya media menghilangkan sekat imajinatif dengan pembaca. Seakan mau bilang: we’re human too, we are like you.

Nah, lucu lagi kalau ada media yang nggak mau basi jadi meliput sebuah acara tapi nggak mau menyebut nama penyelenggara acara itu karena sang penyelenggara adalah media lain. Tapi kalau meliputnya hanya dari press release doang sih.. ah.. uh.. yah.. basi!

Saya nggak pungkiri, mungkin saya pernah (dan akan) melakukan masturbasi atau praktek pengaburan fakta yang disebut belakangan. Tapi saya mau tegaskan sikap saya bahwa, hal itu (pernah dan akan selalu) membuat perasaan saya nggak enak.

(Masturbasi di atas ada juga yang menyebutnya narsisme media. Saya nggak sreg dengan kedua istilah itu, mungkin ngga ya dicarikan istilah lain?)

Iklan

2 tanggapan untuk “Antara Masturbasi dan Nggak Mau Basi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s