Prinsip Dasar Jurnalisme Online

Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online.

Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity.

Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability.

Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf.

Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity.

Update Okt 2008: Akhirnya selesai juga untuk prinsip kelima, yaitu C untuk Community & Conversation.

Brevity artinya Ringkas

Ini merujuk pada konsep jangan bertele-tele saat menulis di web. Bukan berarti tulisan harus pendek, tetapi jika tulisan panjang sebaiknya dipecah dalam bongkahan-bongkahan yang lebih mudah dicerna. Hal itu bisa dilakukan dengan membuat sub-judul atau membuat tulisan berseri.

Bradshaw juga mengatakan bahwa konsep Brevity ini bisa diterapkan dalam video. Dengan membuat konten video yang saling terkait namun terpisah-pisah dalam bongkahan yang lebih singkat (di bawah 3 menit).

Adaptability artinya Mudah Mampu dan Mau Berubah

Ini merujuk pada kenyataan bahwa seorang jurnalis tidak lagi terbatas pada satu jenis cara penyampaian saja. Seorang jurnalis harus (paling tidak) tahu bahwa hasil kerjanya bisa disampaikan dalam bentuk teks, video, foto dan banyak lainnya.

(Terkait hal itu, simak juga contekan dari Mindy McAdams soal tujuh format di era jurnalisme multimedia)

Bradshaw mengatakan, selain jurnalis, konten alias informasi juga sejatinya bisa berubah-ubah cara penyampaiannya. Misalnya sebuah berita bisa mengandung data tentang lokasi yang kemudian bisa di-plot-kan dalam sebuah peta.

Cara agar konten bisa berubah, kata Bradshaw, antara lain dengan memanfaatkan tag, database dan sindikasi RSS.

(Oh ya, menarik juga untuk dibaca adalah tulisan Bradshaw tentang 10 hal yang telah berubah dalam dunia jurnalisme selama 10 tahun belakangan)

Scannability artinya Bisa Dipindai

Tapi mungkin lebih tepat dibilang, enak untuk dilihat sambil lalu. Prinsip ini mengambil premis bahwa kebanyakan orang saat menggunakan internet tak akan betah berlama-lama melototin monitor.

Ada beberapa hal yang disarankan Bradshaw soal scannability ini. Termasuk di antaranya adalah penggunaan subjudul pemecah artikel (subheading) dan format cetak tebal untuk menekankan poin tertentu dalam artikel.

Nah, yang menarik, terkait judul adalah ‘teori’-nya bahwa dua kata pertama adalah kata-kata paling penting dalam judul. Bradshaw mencontohkan:

To take a more specifically news-based example:

Tesco backs ban on cheap alcohol

will work better as

Cheap alcohol ban backed by Tesco‘.

Interactivity artinya Interaktif

Dan ini, ujar Bradshaw, bukan sekadar membuat sesuatu yang flashy atau canggih. Tapi memberikan kekuasaan pada pembaca situs untuk memanfaatkan apa yang ditampilkan sesuai kehendak mereka.

Atau, dengan kata lain, membiarkan pemirsa (viewer/reader) menjadi pengguna (user).

For journalists, the rise of interactivity means thinking about how you can give control to your readers – who are now, of course, users.That means giving control over the time and place they use it – so, making content downloadable, for example, or bookmarkable, or emailable, or bloggable. Allowing them to put it on their social networking page. Allowing them to sign up for email or text or RSS updates.

It means putting your content where the user is, not the other way: which means thinking of places like YouTube, Twitter, Facebook, iTunes, and Flickr – in turn, driving new traffic back to your own site.

Community artinya Komunitas

Tadinya saya agak kesal dengan Paul Bradshaw. Kok lama bener sih mau ngasih satu huruf lagi aja. Ternyata, C dalam BASIC-nya Bradshaw memang tidak sederhana.

Saya agak kesulitan menjelaskannya lagi, tapi saya coba simpulkan: media online punya peran yang lebih besar bukan seperti koran atau media tradisional lainny, melainkan sebagai penjaring komunitas.

Saya rasa pekerjaan ini yang agak sulit dan belum diajarkan pada ‘sekolah wartawan’. Tapi, serunya, pelaku media online punya ruang yang cukup besar untuk eksperimen (seperti lazimnya sebuah bidang yang belum baku).

Journalists need communities more than ever before – not just as buyers, but as active contributors, moderators, and editors: a 21st century ‘news organisation’ doesn’t have walls; it has networks. And persuading users to join your network is one of the biggest challenges facing journalists. For some online journalists, it is becoming the core of their job. (kata Bradshaw)

Conversation artinya Percakapan

Sebenarnya sempat tumbuh spekulasi bahwa C pada BASIC-nya Bradshaw adalah Content. Toh pernah ada pameo, content is king, long live content.

Ternyata, dalam era yang Web 2.0 ini, konten sudah bukan raja lagi. Atau, seperti sistem kenegaraan di Thailand, konten masih raja dan dihormati tapi bukan lagi eksekutif pucuk pimpinan negara. Conversation is The Kingdom, The Sovereign Nation, The People! (dan kita bisa lihat kan people power kadang bahkan bisa menggulingkan seorang raja)

Bradshaw mengutip Cory Doctorow yang menuliskan: Conversation is king. Content is just something to talk about.

For a long time the most popular use of the internet has been email. For the net generation, that is being replaced by social networking and instant messaging. All demonstrate that people don’t want to passively consume content online – they want to use it, produce it, and exchange it. (kata Bradshaw)

Akhirnya..

Prinsip Dasar Jurnalisme Online dari Bradshaw akhirnya selesai juga. Konon dia akan membuatnya sebagai sebuah buku (dan saya berharap bisa punya kesempatan memiliki.. atau paling tidak membacanya).

Kalau belum sempat baca tulisannya, coba lah baca satu per satu. Percaya deh, banyak banget yang bisa kita pelajari dari situ baik buat yang sudah agak lama kecebur di dunia jurnalisme online, apalagi buat yang baru mau nyebur.

Berikut adalah rekapitulasinya, kalau-kalau perlu:

Semoga bermanfaat!

Advertisements

6 thoughts on “Prinsip Dasar Jurnalisme Online

  1. Caki kayak lagi siap-siap mo ngajar 😀 Jangan-2 emang mo ngajar (lagi) ya cak?

    Jadi inget jaman ngajar dulu, tapi kayaknya aku ga nemu bahan ini nih waktu itu 😀

  2. pengen sih sebenernya.. aku lagi ngasah-ngasah kepala/otak aja sih pi sebenernya..

    pengennya sih kuliah lagi pake beasiswa ke luar negeri .. hehehe 😀

  3. @ghatel: yeah saya juga masih perlu banyak belajar nih 😀
    @deekz: tetap melangkah / dan keraskan hati / di setiap hari / sampai nanti / sampai mati (letto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s