Harben, Anis dan Amsol

Sebuah dongeng dikisahkan Pak Ustadz waktu Jum’atan tadi. Tentang seorang warga dari sebuah kerajaan yang maha besar.

Ceritanya setiap warga dari kerajaan itu telah dikirimkan ke negeri-negeri yang indah untuk merantau. Dan masing-masing punya kontrak berapa lama dia akan merantau.

Setelah kontrak habis setiap warga akan dipanggil untuk pulang ke rajanya dan melaporkan pertanggungjawaban selama perantauan itu.

Tersebutlah Al-Bashar, salah satu warga itu yang kontraknya 65 tahun merantau.

Al-Bashar memiliki tiga orang anak: Harben, Anis dan Amsol. Sayangnya, ia tak berlaku adil pada tiga anaknya. Harben sangat dituruti kemauannya, semua diberikan demi Harben. Sedangkan Anis juga begitu, ia melindungi Anis dan melakukan apa saja demi Anis.

Lain halnya untuk Amsol. Entah mengapa anak ini seakan di-tiri-kan. Bahkan Al-Bashar kerap melupakan Amsol,memberikan hanya sepersekian dari yang sewajarnya didapatkan Amsol.

Ketika tiba waktunya untuk pulang, Al-Bashar meminta pada tiga anaknya untuk ikut bersamanya dan membantunya dalam pertanggungjawaban pada sang raja.

Apa kata mereka? Harben jelas-jelas menolak, bahkan mengantar ke depan pintu pun tidak. Anis masih mending, ia mengantar hingga ke pelabuhan, tapi sudah sampai di situ.

Amsol, harapan terakhir Al-Bashar, mengatakan ia akan ikut dan membela hingga sepenuh hati Al-Bashar. Namun ia hanya bisa memberikan pembelaan sesuai yang selama ini diberikan Al-Bashar.

Kisah ini adalah tamsil ibarat seorang manusia di dunia. Sekadar merantau untuk suatu hari pulang pada Robb-nya, dititipkan pula tiga orang anak yang harus dipelihara Harben alias Harta Benda, Anis alias Anak Istri dan Amsol alias Amal Soleh.

Pada akhirnya yang akan menyelamatkan manusia adalah Amal Solehnya.

wallahu a’lam bisshowab

Advertisements

3 thoughts on “Harben, Anis dan Amsol

  1. hahaha..
    beberapa waktu yg lalu, gue juga dapet ilmu yg sama dari pak Ustad waktu khotbah jum’at. Sama persis coy!
    jgn2 tu ustad yg sama..

    btw, coba itu filsafat ditengok lah, bung..! πŸ˜€

  2. waktu itu akupun dapat ilmu yang serupa dengan cerita ini dari ustadz dikantor ibu..
    Aku mau berbagi ke teman, tapi ada beberapa yang lupa, terimakasih sudah berbagi πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s