Tangan Terbelenggu, Jiwa Beku

Hari ini aku baca,
hampir seribu saudaraku masuk sorga
lewat jalan tol supercepat
yang gerbangnya ada di Gaza

Diam-diam aku menangis
bukan karena kematian mereka
para syahid dan syahidah

Tapi kebengisan dan kekejaman
yang sepertinya tak bisa dihentikan

Aku menangis dan marah
karena tangan ini terbelenggu
jiwa ini beku
menyantap berita pembantaian
sambil duduk nyaman minum teh hangat
mengunyah nasi uduk

Sedikit yang kulakukan
hanya bisa menutupi perih di permukaan
mengorek pundi usang untuk dikirimkan

Aku dengar beberapa waktu lalu
Dokter Jose Rizal Jurnalis segera berangkat
dengan MER-C
ke Gaza
Aku? Duduk saja berpangku tangan
menyaksikan dokter yang pernah membedah bahu kakakku
berangkat jihad fii sabilillah

Advertisements

3 thoughts on “Tangan Terbelenggu, Jiwa Beku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s