jurus menulis singkat

Menulis singkat, apalagi dalam batasan 140 karakter yang kita kenal baik itu, bukan berarti mengorbankan mutu tulisan. Itu poin utama dari Roy Peter Clark, pengelola kolom ‘Writing Tools’ dari Poynter Institute, dalam sebuah kolomnya tentang tulisan bermutu di jejaring sosial.

Pembatasan karakter, dalam bentuk apapun, bisa menjadi alat yang baik untuk melatih disiplin seorang penulis. Karena harus singkat, penulis dipaksa untuk memotong, menyunting, memoles dan merapikan sambil tetap yakin bahwa pesannya sampai.

Sebenarnya, menulis singkat ini bukan sekadar menulis pendek. ‘Siapapun’ bisa menulis pendek, tapi untuk menulis dalam batasan tertentu dengan tetap menampilkan gaya, nuansa dan pesan yang tepat, butuh upaya lebih.

In other words, short writing may require greater effort and time than long writing, a thought expressed by many famous writers,” kata Roy.

Jangan pula beranggapan menulis singkat ini adalah desakan yang muncul akibat Twitter atau status di Facebook. Roy mengatakan ejak lama para penulis berjuang untuk membuat tulisan singkat yang bermutu,  mulai dari haiku, telegram, epitaph di batu nisan, pesan di atas kartu ucapan hingga lirik lagu, headline berita dan tentunya puisi.

Advertisements

2 thoughts on “jurus menulis singkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s