Hari yang Panjang

“A wise man once said–‘the skill in attending a party is knowing when it’s time to leave.'” (Michael Stipe via http://remhq.com/news_story.php?id=1446 )

REM, salah satu band favorit saya, akhirnya memutuskan untuk selesai. Tak ada rasa sedih atau terharu setelah mereka bubar, hanya sedikit ‘kesal’ karena tak pernah sempat melihat penampilan live mereka.

Mereka menyebut akhir karir 31 tahun itu sebagai ‘calling it a day‘ seperti yang biasa dilakukan para pekerja setelah selesai dalam sehari. Sebuah perpisahan yang casual untuk sebuah band yang rendah hati. Mengingatkan pada lagu-lagu mereka seperti Finest Worksong, Can’t Get There from Here, Daysleeper.

Receiving department, 3 a.m.
Staff cuts have socked up the overage
Directives are posted
No callbacks, complaints
Everywhere is calm

Dari sudut pandang tertentu, musik REM boleh disebut musik rakyat. Nuansa folk jelas terasa dalam balutan rock alternatif Stipe dkk., digabungkan dengan unsur punk yang boleh percaya boleh tidak juga ikut jadi suara musik REM.

Musiknya adalah musik kelas pekerja. Musik pekerja kerah putih yang hari-harinya kerap dipekatkan oleh warna abu-abu kejenuhan. Soundtrack bagi mereka yang tiap saat menatap layar sementara pikirannya bertualang entah ke mana.

Waktu tinggal di Bandung, dalam kamar kos 2 x 2.5 meter, hiburan saya hanya sebuah tape recorder lawas. Album-album REM menemani hari-hari saya di sana: Up, Monster dan Reveal. Satu dibeli di emperan BIP, dua lagi di toko musik (tidak ingat apa, mungkin Duta Suara).

Beberapa lagu yang terkenang termasuk Tongue yang seksi (albeit pervertedly so), At My Most Beautiful yang romantis (meski agak creepy :P) dan She Just Wants to Be.

Ah. Saya punya kecenderungan untuk terlalu melantur kalau menulis soal band yang satu ini. Daripada semakin nggak jelas, lebih baik mendengarkan lagi lagu-lagunya REM.

On to YouTube!

Iklan

2 tanggapan untuk “Hari yang Panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s