Battle of The Punakawan

Sungguh sangat menggembirakan, hari Minggu y.a.d, 27 Nov’ 2011, Kummara + Indonesia Kreatif akan menggelar turnamen pertama untuk boardgame ‘asli buatan Indonesia’ Punakawan.

Turnamennya bakal digelar di eX, plaza Indonesia. Info lengkapnya, plus form pendaftaran, bisa dicek di blog-nya Kummara (http://kummara.com/2011/11/punakawan-master-turnamen-board-game-indonesia-pertama/)

Punakawan adalah game yang menarik. Sekilas pertama, saat membaca rules-nya, game ini nampak sekadar sebuah memory game. Tapi saat unsur memory game itu digabung dengan strategi menempatkan posisi Punakawan, ditambah unsur ‘spekulasi’, hasilnya adalah sebuah permainan yang seru.

Permainannya seperti ini: di atas papan terdapat 4 sisi yang merupakan tempat kartu-kartu ala memory game. Setiap kartu menyembunyikan karakter bayi ksatria tertentu, misalnya Arjuna, Bima dst. Pemain harus bisa mengingat di mana pasangan setiap kartu bersembunyi.

Nah, pemain kemudian akan menggerakkan punakawan di dalam area permainan untuk mencapai kotak yang menurut ingatannya adalah persimpangan pertemuan kartu yang sepasang. Jika dirasa tepat, pemain boleh menempatkan (maksimal dua) bantal penanda di sekeliling kotak itu.

Di situlah muncul unsur spekulatif (wagering) karena sumberdaya yang terbatas (setiap pemain hanya boleh punya 10 bantal) jadi harus hati-hati dalam meletakkan bantal. Tapi juga tidak boleh terlalu berhati-hati, karena permainan berhenti saat salah satu pemain meletakkan semua bantalnya di atas papan, meskipun ada pemain lain yang belum meletakkan seluruh bantalnya.

Pola permainan yang timbul:

  • seorang pemain bisa nekat berspekulasi dan cepat-cepat menurunkan bantal-bantalnya
  • seorang pemain bisa ‘meniru’ spekulasi pemain lain dan ikut menaruh bantal di kotak yang sudah ditandai pemain lain
  • pemain bisa saling memblokir langkah lawannya, baik melalui gerakan atau peletakkan bantal

Salut lah buat Mas Eko Nugroho yang merancang Punakawan. It’s fun!

Advertisements

5 thoughts on “Battle of The Punakawan

  1. sok lah kalo berani lawan gw, sang juara bertahan di kantor (karena setelah om wicak cabut dari detik gak ada lagi yg mau jadi lawan maen… hikz… hikz…). See you at the court? eerr… sorry, at the board..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s