Karakter

Karakter terungkap melalui perbuatan, tindakan, bagaimana seseorang menghadapi situasi tertentu (rekasi, proaksi). Karakter adalah sikap, bagaimana tokoh menghadapi hal-hal di luar dirinya atau yang terjadi padanya atau yang terjadi di sekitarnya.

Karakter lebih sulit diungkapkan melalui kata-kata. Sekadar menempelkan dialog pada seseorang tak selalu bisa menggambarkan siapa dia sesungguhnya.

Ini perbedaan yang cukup mendasar saat bertransisi dari seorang pewarta ke penulis cerita. Sebagai pewarta, tentu lebih terbiasa untuk mengungkap pesan verbal, apa yang dikatakan seseorang, tokoh itu bicara apa, bagaimana quote-nya.

Tapi pencerita tak bisa semata-mata mengandalkan kata-kata. Ia perlu menggali lebih dalam ke sikap. Apa yang dilakukan sang tokoh dalam situasi tertentu.

Tentu bukan berarti seorang pewarta tak bisa meminjam senjata pencerita (atau sebaliknya). Menulis bagaikan kung fu, jurusnya bisa datang dari mana saja, yang penting adalah cara menggunakannya dalam satu paduan yang tepat sasaran dan “mematikan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s