Dark Side Bright Side

AngelDemon

Sulit untuk tidak berkomentar soal kejadian di panggung politik beberapa hari belakangan ini. Paling tidak, pasti ada yang akhirnya saya ucapkan. Tapi untuk menyusunnya dalam sebuah tulisan? Ah, sepertinya akan menjadi hal yang sia-sia belaka.

Tapi, ah tapi! Akhirnya gatal juga untuk menuliskannya!

Saat ini, dalam kondisi politik saat ini di Indonesia, satu hal yang pasti adalah: kita semua sapi yang sedang digiring oleh gembalanya. Dan sayangnya, sang gembala ini bukan seseorang yang tahu jalan. Dan seperti sapi, kita digiring menuju sesuatu yang makin tidak jelas bentuknya.

Siapa sih yang tidak mau melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan sekitarnya? Masalahnya, sistem yang ada sudah tidak bisa dipercaya. Daripada capek di-husah-husah sama gembala bodong, lebih baik jadi sapi liar?

Tapi melenguh, saya harus melenguh. Karena apapun yang terjadi, semua akan ikut menikmati. Jika kita tidak jadi sapi, maka kita akan berjalan di jalan yang sama dengan rombongan dungu itu, dengan risiko penuh untuk menginjak tahi sapi yang berceceran sepanjang jalan.

Dan kalau kita jadi sapi? Yah, nasib binatang ternak kan tidak jauh dari: disembelih untuk dagingnya, diperas susunya atau dipelihara agar beranakpinak (dan anak-anaknya yang akan disembelih atau diperah).

Nasib!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s