Menghadapi Perubahan, Menghadapi Kenyataan

change

Percaya atau tidak, siap atau tidak, perubahan akan terjadi.Kita terlalu naif dan bodoh jika menganggap posisi nyaman saat ini akan bertahan selamanya.

Tadhg Kelly menulis tentang perubahan di arena game konsol, dari jamannya Big Three (Sony, Nintendo dan Microsoft), ke microconsole. Memang, microconsole sendiri masih terbilang baru dan belum terbukti, tapi geliat produsen seperti Ouya memang menarik untuk diikuti. (Baca: http://www.whatgamesare.com/2013/03/why-microconsoles-are-a-big-deal.html)

Ada yang menarik dari tulisannya, yaitu soal reaksi dari para petinggi dan pembesar di industri game yang meremehkan microconsole. Padahal, belum lima tahun lalu saat industri game yang sama meremehkan perkembangan social dan mobile gaming (Facebook games, smartphone dan tablet). Sekarang, menurut Kelly, mereka memberi reaksi yang sama.

This is how the industry typically reacts to new ideas. Five years ago the industry was equally baffled by the idea that Facebook games would be a very big thing. It had much the same reaction to smartphones, or tablets. Most developers and publishers tend to develop a fixed understanding of the gaming universe, as though how the market is today is somehow how it was always meant to be, and how it will be for all time. And then it changes.

Simak kalimat yang saya tebalkan di atas: “seakan-akan pasar yang ada sekarang adalah pasar yang memang sejak dulunya sudah begini, dan akan begini terus untuk selamanya”.

Uff, betapa naifnya jika memang mereka berpikir demikian!

Dan pemikiran semacam itu juga terjadi di industri yang lain. Misalnya di industri media massa. Masih ada yang berpikiran bahwa pasar yang membuat mereka besar masih akan terus ada lima-sepuluh tahun ke depan. Padahal, lima-sepuluh tahun ke depan pasti akan ada perubahan.

Menghadapi perubahan itu jadi sesuatu yang wajib untuk dilakukan. (Salah satunya dengan melihat fundamental, melihat dasar kemampuan apa yang selama ini membuatnya jadi besar, dan memperkuat dasar kemampuan itu.).

Selain memperkuat diri, tentunya perlu menyiapkan pondasi dan kuda-kuda agar melangkah ke depan bisa makin mantap.

Sayangnya, masih ada yang beranggapan bahwa situasi saat ini yang supernyaman dan empuuuk itu akan bertahan selamanya. Oh, betapa naifnya kita jika demikian adanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s