Take Your Time, Be Happy

Pada akhir Juni 2013 saya mengalami kecelakaan motor. Tepatnya jatuh saat dibonceng ojek dalam perjalanan menuju kantor.

Jatuhnya sederhana, kejadiannya singkat, korbannya tunggal. Namun dampaknya buat saya pribadi cukup mengejutkan. Tiga ruas tulang metatarsal patah akibat (dugaan saya) terjepit.

Kejadian ini menyebabkan saya memiliki mobilitas terbatas (karena tidak bisa menggunakan kaki kiri) selama 6-8 minggu (menurut perkiraan dokter saat itu).

Paling berat, ternyata, adalah aspek psikologis yang harus saya hadapi dalam penyembuhan ini.

Terbiasa pergi ke kantor setiap hari, tiba-tiba saya bahkan sangat kesulitan hanya untuk pergi dari tempat tidur ke kamar mandi. Dan jujur saja, selama beberapa minggu pertama hal ini membuat saya frustrasi.

Tapi, pelan-pelan saya bisa menerima dan mulai mengambil hikmah dari keadaan ini. Akhirnya, saya mengadopsi mantera: take your time, be happy. Mantera itu terdengar mirip keep calm, walk on yang disosialisasikan pemerintahan Inggris pada masa Perang Dunia II.

Spirit-nya kurang lebih sama: jangan tergesa-gesa.

Beruntung kejadian ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Jadi, selain rehabilitasi fisik, saya juga berusaha melakukan rehabilitasi spiritual. Siapa tahu, pulihnya saya dari sakit ini akan membawa hari-hari yang lebih baik. Amiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s