Jangan Cuma Translate, Adapt!

20130814-104128.jpgPopularitas komik Asterix di Indonesia, menurut pendapat saya, tak akan terlampau meledak jika bukan karena penerjemahan yang dilakukan oleh A Rahartati Bambang Haryo.

Terjemahannya dikomentari oleh sang penggambar Asterix (Albert Uderzo) sebagai terjemahan yang “lincah dan membumi”. Memang, terjemahan Asterix di Indonesia yang dilakukan Rahartati sangat melekat dalam kenangan pembaca setia komik itu.

Pilihan katanya bisa nakal, dan terasa sangat Indonesia. Saya setuju dengan perkataan bahwa, anak Indonesia pembaca Asterix pada masa itu tidak akan merasa sedang membaca sebuah karya asing.

Dan, seperti dikutip dari Komunitas Ruang Baca Tempo, Rahartati pun mengatakan bahwa ia tidak menerjemahkan. Yang dilakukannya adalah “mengadaptasi”.

Apa yang dilakukan Rahartati bisa jadi pelajaran buat pekerja media yang dalam kesehariannya mau tidak mau harus mengandalkan sumber berita asing. Jangan cuma terjemahkan, tapi adaptasi, ambil artinya, ambil faktanya lalu tuliskan kembali.

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Cuma Translate, Adapt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s