Demi Depok, Sebuah Katalis

190Di sela hiruk-pikuk penutupan Depicta 2014, dengan berbagai seremoni dan keriaannya, sekelompok penggiat komunitas TI di Depok justru melipir ke sebuah kedai kopi di Margo City. Dengan wajah berseri-seri dan dibanjiri perasaan girang (betapa tidak, kami baru saja selesai mengawal sebuah gelaran yang cukup besar di Depok, dengan tingkat sukses yang cukup baik), diskusi dimulai bersama kopi.

Adalah seorang mahasiswa UI, Nur namanya, yang mengumpulkan kami di sana (secara tidak sengaja, tentunya). Ia membutuhkan perbincangan (resminya sih: wawancara) untuk penelitiannya tentang Depok Cyber City. Maka hadirlah kami di sana: saya, Tommy Herdiansyah (Code Margonda; Akber Depok), Didi Diarsa (Code Margonda; furnituraktif) dan Lahandi Baskoro (penggagas Depok Digital, Depok Creative).

Cepat perbincangan berubah arah menjadi sebuah diskusi tentang peran komunitas di sebuah kota. Diskusi yang berujung pada kesimpulan bahwa komunitas dan masyarakat-lah yang seharusnya menentukan arah perubahan yang mau diambil oleh sebuah kota, mereka yang bisa mengawal kota ini mau dibawa ke mana dan dijadikan apa.

Beginilah yang sering terjadi pada pertemuan penggiat Depok Digital. Sebuah obrolan santai berubah menjadi exercise of passion untuk membincangkan  masa depan Depok. Memang, Depok Digital adalah sekelompok orang yang punya minat dan semangat tinggi untuk berbuat sesuatu yang berdampak pada Kota Depok.

Kami bukan komunitas, walau lebih mudah untuk menyebut diri sebagai komunitas saat mengenalkan ke orang. Kami jelas bukan organisasi, tak ada struktur di sini, apalagi hak dan kewajiban dan peraturan-peraturan. Depok Digital hanya sekelompok orang yang berusaha berperan sebagai katalis.

Katalis, dalam pemahaman saya waktu belajar kimia bertahun-tahun yang lalu, adalah sebuah unsur / senyawa / zat (?) yang berperan dalam sebuah reaksi kimia. Katalis memungkinkan sebuah reaksi kimia terjadi, tanpa ikut terpengaruh oleh reaksi itu.

Maka dalam hal ini, Depok Digital ingin menjadi katalis. Sebuah kelompok yang membantu terjadinya kerjasama antara dua unsur atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Depok Digital (diharapkan bisa) mempercepat proses itu, sekaligus mengarahkannya pada idealisme tertentu (keterbukaan, transparansi dan keberlanjutan).

Mimpinya: Depok suatu hari menjadi kota yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk kebaikan kota, baik dari sisi kesejahteraan maupun kebahagiaan masyarakatnya.

Teknologi sudah seharusnya tidak dilihat sebagai suatu sihir ajaib yang datang dari negeri asing. Teknologi adalah alat, yang kita mampu kuasai. Produk-produknya adalah sesuatu yang kita mampu buat, bukan hanya kita nikmati.

Jalan masih panjang untuk mencapai semua itu. Butuh lebih dari sebuah katalis, tapi reaksi berantai yang berlangsung perlahan-lahan, hingga suatu hari Depok mungkin akan mewujud seperti yang diharapkan. Suatu hari nanti. Pasti!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s