Dia yang Tidak Relevan, Mundur Saja lah

evilrising

Menurut Cisco Visual Networking Index, Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan lalu lintas IP tercepat kedua di dunia. Artinya, jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertambah dengan pesat.

Cisco Visual Networking Index juga memperkirakan bahwa akan ada 164 juta pengguna internet, dan 530,6 juta perangkat yang terhubung jaringan pada tahun 2018 di Indonesia.

Sedangkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), menyebutkan hingga 2013 terdapat 71,19 juta pengguna internet di Indonesia. Dengan penetrasi 28 persen. Artinya, bakal terjadi pertumbuhan luar biasa dalam kurun lima tahun sejak 2013 . (Baca: Pertumbuhan Trafik Internet Indonesia Tercepat ke-2 di Dunia )

Maka menjadi tidak relevan lagi, bahkan cenderung mengada-ada, jika ada seorang pejabat tinggi di Indonesia yang bertanya-tanya: kalau internetnya cepat, mau buat apa?

Pertanyaan itu bukan hanya menunjukkan ketidaktahuannya, tapi juga ketidakpeduliannya pada bidang yang semakin lama semakin mewujud “hak azasi” rakyat.

Semoga tidak ada ya pejabat yang seperti itu. Semogaaa.

Lebih parah lagi kalau pejabat tersebut mengepalai sebuah lembaga negara, atau katakanlah kementerian, yang memang bertanggungjawab dalam memeratakan infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air.

Sungguh memalukan ya kalau ada?

Dan, kalau ada pejabat semacam itu, semoga dia mundur saja, pensiun saja dari dunia perpolitikan. Jangankan menjadi calon Kepala Daerah, menjadi calon ketua RT saja sebaiknya jangan.

Lagi-lagi, semoga nggak ada ya pejabat yang semacam itu.

Semoga. Semoga. Semoga.

Tapi bicara soal internet sebagai hak azasi, ini bukan sekadar omong-kosong lho. Dalam pemikiran saya (yang masih butuh banyak bantuan ini) internet mewujud sebagai hak azasi ketika tanpa internet seseorang akan kehilangan kesetaraan dalam bersaing.

Misalnya, jika tidak ada akses ke internet yang merdeka, maka rakyat akan kehilangan akses mudah ke ilmu pengetahuan dan informasi, sehingga kesulitan saat harus bersaing (minimal dari sisi percakapan) dengan rakyat negara lain.

Lho? Hal itu kan sudah terjadi?

Makanya, jangan lagi bertanya: kalau internetnya cepat, mau buat apa?

Keluarkan kepala dari comberan, karena internet itu pisau tajam yang bisa digunakan untuk memasak ataupun membunuh. Jangan hanya melihat yang buruk-buruknya saja doong. Tanggung jawab diri adalah untuk menggunakan pisau itu dengan baik.

Jadi, buat yang sudah tidak relevan lagi, dengan hormat, sebaiknya mundur saja. Itupun kalau memang ada pejabat yang demikian. Semoga tidak ada. Semoga tidak ada.

Semoga.

Tidak.

Ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s