Smart City Bukan Cuma Soal Teknologi

woman_8Belakangan ini, sejak saya ketemu dan ngobrol-ngobrol dengan Bang Emil Dardak, kemudian ikut mendukung komunitas di Depok untuk “tampil” di ajang The 24th EAROPH World Congress, saya jadi mulai mempelajari lebih dalam soal Smart City.

Di ajang itu, komunitas di Depok bahu-membahu membawakan tema “Urban Civic Movement”. Intinya, kami mencoba menarik benang merah atas kegiatan yang dilakukan komunitas selama ini jika diselaraskan dengan cita-cita Smart City.

Nah, benang merahnya muncul pada tiga aspek:

  • Workability
  • Livability
  • Sustainability

Ketiga aspek itu adalah apa yang Smart Cities Council sebutkan sebagai aspek yang akan mendapatkan dampak positif (benefit) dari diterapkannya Smart City di sebuah kota.

  • Dari sisi Workability, kami menghimpun apa yang dikerjakan teman-teman di Code Margonda, Depok Mobi, Depok Creative dan lain-lain (termasuk Akber Depok, Depok Digital etc.). Intinya, meningkatkan skill yang dimiliki warga Depok agar bisa bersaing di era keterbukaan ekonomi ke depannya.
  • Dari sisi Livability, kami mencoba mengangkap apa saja yang sudah dilakukan komunitas untuk “hidup lebih nyaman” di Depok. Ini termasuk dari sisi kultur (Institut Musik Jalanan, Milisi Mural Depok, Depok Heritage) ataupun edukasi (Sekolah Master).
  • Dari sisi Sustainability, jelas adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menjamin keberlangsungan sumber daya yang ada di Depok. Termasuk apa yang dilakukan teman-teman lewat Festival Situ (Festu 2014) atau para pebisnis furnitur recycle hingga Bank Sampah Pok Lili (Kelompok Peduli Lingkungan).

Belakangan, saya dapat informasi bahwa organisasi standar internasional (ISO) telah menyusun dan menerbitkan standar untuk Smart City. Standar nomor 37120 itu menetapkan 17 tema Smart City, yang di dalamnya tercakup 46 core indicator dan 54 supporting indicator, yang indikator itu bisa digunakan untuk menilai apakah kota tertentu sudah menerapkan Smart City.

Menariknya, 17 tema itu sama sekali tidak terasa tech centric, seperti anggapan banyak orang tentang Smart City selama ini. Justru ada hal-hal yang lebih terkait ke kenyamanan hidup dan kependudukan.

17 tema itu adalah:

  1. Ekonomi
  2. Edukasi
  3. Energi
  4. Lingkungan Hidup
  5. Keuangan
  6. Tanggap Darurat dan Kebakaran
  7. Pemerintahan
  8. Kesehatan
  9. Rekreasi
  10. Keamanan
  11. Perlindungan (Shelter)
  12. Sampah Padat
  13. Telekomunikasi dan Inovasi
  14. Transportasi
  15. Tata Ruang (Urban Planning)
  16. Air Limbah
  17. Air dan Sanitasi

Menarik bahwa ada tema nomor 9, Rekreasi. Dan hal ini yang saya rasakan masih terasa kurang sekali di Depok. Terutama, taman-taman hijau yang merupakan ruang terbuka publik. Paling tidak, meskipun ada, pemanfaatannya masih kurang terasa ke seluruh warga.

Anyway, jadi kalau bicara Smart City, jangan cuma fokus pada teknologinya. Pada akhirnya Smart City adalah soal orangnya, bagaimana bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia yang hidup di kota itu.

Kapan dong Depok bisa jadi Smart City?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s