Mengenang Pak ‘Oy

14 - 1Seperti lazimnya kabar duka, datangnya tiba-tiba. Begitu juga waktu saya mendapatkan kabar akan kematian Pak Royhan Benasetya, Guru SMK Prisma Depok yang akrab disapa Mas ‘Oy oleh anak muridnya.

Sekarang, seminggu kurang lebih sejak kematiannya, masih ada perasaan ganjil bahwa saya sedang menulis postingan blog untuk mengenangnya, seperti belum benar-benar percaya kalau dia sudah tiada.

Pak Roy yang saya kenal adalah seorang yang sangat peduli pada murid-muridnya. Ia seperti tidak mau tunduk pada pandangan masyarakat yang cenderung memandang rendah anak SMK. Ia selalu berusaha meningkatkan wawasan anak muridnya.

Pertama kali mengenal Pak Roy adalah saat ia hadir, bersama murid-murid, dalam acara Depok Digital / Depok Connection. Dan kehadiran Pak Roy + murid-muridnya memang cukup rajin di berbagai acara terkait digital, kreativitas dan socmed di Depok (maupun di Jakarta).

Pak Roy seperti tak kenal lelah mengantarkan murid-muridnya untuk mencari wawasan yang lebih luas, lebih dari yang mereka bisa dapatkan di sekolah. Ia juga, menurut ceritanya dulu, mendorong murid-muridnya untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan lomba.

“Gue nggak mau mereka ikut lomba cuma gitu-gitu aja. Makanya, waktu ada lomba stand up comedy di Depok, gue bikin audisi dulu di sekolah. Siapa yang bagus di audisi baru boleh ikut lomba. Hasilnya lumayan, dapet juara dua,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Pak Roy juga sangat aktif dalam kegiatan ‘hijau’ di Depok, ia terlibat di Forum Kota Hijau Depok, dan merupakan ketua penyelenggara Festival Setu Depok.

Pengalaman saya dengan Pak Roy adalah ikut mengajar kelas / ekskul Sosmed-nya. Awalnya bersama F Ramadoni, membuat kelas memanfaatkan blog / wordpress, belakangan Doni terlalu sibuk mencari uang jadi saya lebih sering datang sendiri.

Tapi itu pun belum ideal, saya masih terlalu sering nge-PHP-in anak-anak murid itu, karena satu dan lain hal tidak sempat datang untuk mengajar.

Di hari kematiannya, saya bertemu dengan salah satu murid Pak Roy dari Ekskul Sosmed. Dia menagih, kapan bisa mengajar lagi. Saya cuma bisa menjawab dengan: nanti kita bicarakan ya.

Terus terang, saya tidak bisa membayangkan Kelas Sosmed itu tanpa Pak Roy. Sebenarnya, saya masih ingin meneruskan ini. Namun saya khawatir tak bisa memenuhi janji.

Semangat Pak Roy adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan wawasan anak sekolah di Depok, dan meningkatkan kepedulian pada lingkungan hidup.

Semangat yang semoga bisa tetap hidup dan berkobar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s