12 years A Journalist

BG1-Orange1

Waktu masih kecil, entah pada kesempatan apa (rasanya sih sebuah acara kumpul keluarga) seseorang pernah bertanya pada saya: kamu kalau sudah besar mau jadi apa?

Pertanyaan sederhana, klise dan biasanya dijawab dengan ceplokan standar seperti: dokter, pilot, presiden atau apa lah.

(Meskipun pada jaman itu rasanya cita-cita jadi presiden cuma bualan belaka. Lha wong presidennya saja waktu itu tak pernah ganti-ganti kok).

Tapi buat saya waktu itu, pertanyaan itu adalah salah satu yang paling sulit di dunia. Saya nggak pernah mau memilih satu profesi atau cita-cita apapun. Semuanya buat saya mengawang-awang, tidak jelas, tidak cukup datanya untuk mengambil pilihan.

Maka jawaban saya: mau jadi kayak bapak aja.

Agaknya jawaban itu dianggap sebagai jawaban yang cukup cerdik buat si penanya. Karena ia kemudian tertawa dan menepuk-nepuk bahu saya. “Bagus itu. Hahahahaha. Bagus!”

(Kira-kira begitu kejadiannya yang saya ingat. Maklum lah, sudah entah berapa puluh tahun lalu, dan saya waktu itu lebih peduli pada Gurame Asam Manis di meja pesta daripada pertanyaan bodoh orang dewasa)

Nah, soal jawaban itu. Satu hal yang tak pernah diketahui siapapun saat itu adalah: saya tidak tahu pekerjaaan Bapak saya itu apa. Nggak tahu sama sekali!

Jawaban “cerdik” itu dibuat dalam panik. Mencari jawaban paling pas yang tidak menimbulkan interaksi lanjutan dari si penanya.

Bayangkan kalau saya menjawab, katakanlah, pilot. Maka sang penanya mungkin akan berkata: “Wah, mau jadi pilot tentara atau pilot Garuda? Tapi, kamu harus sehat itu. Nggak boleh pakai kacamata. Makanya, dari sekarang makan wortel yang banyaak ya. Nih, Om ambilin sepiring!” (Dan musnahlah harapan saya untuk melahap Gurame Asam Manis).

Belakangan saya baru tahu kalau Bapak saya itu wartawan. Dan sekarang, puluhan tahun sejak pertanyaan itu diajukan, saya sudah menjalani hidup sebagai wartawan selama 12 tahun. Dua belas tahun!

Belum pernah dalam hidup saya membayangkan akan menjalankan profesi apapun selama 12 tahun. Kok bisa ya? Kok betah ya? Kok, masih enak saja ya?

Sudah 12 tahun. Dan masih akan jalan, entah berapa tahun lagi.

Sejujurnya, saya memang suka sekali menulis. Tapi keinginan saya dulu (ini setelah saya mulai bisa mengerti apa saja profesi dan pekerjaan yang bisa digeluti) adalah menjadi penulis cerita.

Saya ingin menulis, berkisah, bertutur dan berbagi cerita.

Sesuatu yang kadang ada juga sih kesempatan untuk melakukannya saat menjadi wartawan.

Tapi, ya namanya juga manusia, belum puas juga.

Sudah 12 tahun. Nggak nyangka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s